Ada seorang cowo suka ma seorang cewe. Cowo ini miskin. Sedangkan sang
cewe bekerja di toko emas. Suatu hari cowo ini nembak cewe itu, tapicewe
itu bilang " kalau lo bisa beliinsatu cincin berlian ditoko ini,mungkin
akan gw pertimbangkan".
Setiap hari cowo ini berusaha mencari uang untuk membeli cincin berlian itu, hingga suatu hari dia
melihat satu boneka lucu dan lalu di belinya untuk di berikan kepada si
cewe Keesokkan hari nya cowo ini bertemu dengan cewe itu sambil
memberikan sebuah boneka lucu.
Tapi cewe itu bilang " gw bilang cincin bukan boneka lusuh keq gini".
Lalu dilempar lah boneka itu ke tengah jalan. Cowo ini bermaksud
mengambil boneka itu
agar tidak di lindas mobil, tapi apa daya malah cowo ini yang di tabrak
mobil. Cewe itu berlari mendekati cowo ini yang telah tdk bernyawa.
Sambil memegang boneka yang setengah rusak, lalu boneka itu mengeluarkan
suara " Maukah jadi pacarku" ,ternyata itu adalah rekaman suara cowo
itu yg
telah di selipkan ke boneka itu. Cewe itu lalu menemukan sebuah surat.
Isi surat itu " aku tau walau aku membelikan cincin berlian itu, kamu
tidak akan menerimaku. Tapi setidaknya aku telah berusaha.Kadang walau
kita berusaha sekuat mungkin, hal itu tidak akan datang. Maafkan aku
tidak bisa membelikan sebuah cincin berlian untuk mu tapi membelikan
cincin yg lain untuk mu, "I Love U". Tanpa sadar jatuh sebuah cincin
berlian sangat indah dari boneka itu.
Setelah baca surat tersebut, cewe itu nangis dan sadar di hati kecilnya dia telah menerima cowo itu.
JADI,,,,, ,
HARGAILAH ORG YG
MENCINTAIMU SEBELUM DIA
PERGI TUK SELAMA LAMANYA
KARNA KITA TAK TAU KAPAN
ORANG YG MENCINTAI KITA &
ORANG YG KITA CINTAI ITU
PERGI TUK SELAMA2NYA
Minggu, 28 April 2013
Tantangan Dari Kekasih Tercinta
Si Cewe memberi tantangan kepada
Cowonya untuk hidup tanpa dirinya, tiada komunikasi sma sekali antara
mereka selama sehari. dia berkata pada cowonya, kalau dia bisa melewati
tantangan itu. dia akan mencintai si cowo selamanya hingga dia
menghembuskan nafas terahir
cowonya pun setuju karena dia akan melakukan apa saja untuk orang yang sangat di cintainya itu, dia tidak sms/telefon cewenya seharian. tanpa mengetahui bahwa cewenya hanya memiliki waktu 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker, keesokan harinya dia pergi ke rumah cewenya, air mata pun tiba" menetes pada saat melihat cwe'a sudah terbaring dengan surat di tangannya yang tertulis. .
cowonya pun setuju karena dia akan melakukan apa saja untuk orang yang sangat di cintainya itu, dia tidak sms/telefon cewenya seharian. tanpa mengetahui bahwa cewenya hanya memiliki waktu 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker, keesokan harinya dia pergi ke rumah cewenya, air mata pun tiba" menetes pada saat melihat cwe'a sudah terbaring dengan surat di tangannya yang tertulis. .
" kamu berhasil sayang, bisakah kau lakukan itu setiap hari ??? I L0VE Y0U "
Perpisahan Termanis
“Aku harus pergi meninggalkan kota ini,” ucap Rona memulai pembicaraan.
“Tekadmu sudah bulat untuk melanjutkan sekolah di sana?” tanya kekasihnya.
Rona hanya mengangguk perlahan. Matanya menerawang jauh ke arah matahari yang mulai terbenam. Suasana sore hari itu membuat hatinya yang kacau sedikit tenang. Rona sudah diterima di universitas yang telah lama dia impikan. Namun masalah yang harus dihadapinya adalah dia akan terpisahkan oleh jarak dan waktu dengan kekasihnya, Fajar. Yogyakarta bukanlah kota yang mampu ditempuh hanya dengan dua atau tiga jam perjalanan dari Probolinggo.
“Jadi keputusanmu bagaimana? Kau akan mengakhiri hubungan ini begitu saja?” lanjutnya.
“Jika kau mau bertahan dengan jarak dan waktu yang memisahan kita, aku pun tidak masalah,” jawab Rona.
“Kau mau kita menjalani LDR?”
“Iya. Tapi apa kau bisa?” tanya Rona balik.
“Aku akan berusaha dan tetap menjaga hatiku sampai kau kembali,” ucap Fajar dengan tersenyum melihat kekasihnya itu.
“Kau janji?”
“Tentu saja,” ujar Fajar menggengam erat jemari kekasihnya itu. Dia seperti tidak ingin terpisahkan dengan Rona yang sangat dia cintai.
3 bulan kemudian…
“Hai, Rona! Lagi apa?” tanya seseorang dari belakang Rona.
“Cari referensi tentang tugasku,” jawabnya singkat.
“Bisa aku bantu? Sepertinya kau kesulitan mencarinya di buku sebanyak ini,” tawar Toni.
“Tak usah, kau dapat membantuku dengan pergi dan tidak mengganggu aku hari ini,” ucapnya ketus.
“Marah ya? Oke dah maaf. Aku pergi dulu. Bye,” ujar Toni seraya pergi meninggalkan Rona dengan tumpukan buku yang cukup banyak.
Rona lega akhirnya Toni pergi meninggalkannya sendiri. Dia mengganggap Toni sebagai pengganggu karena pemuda tersebut selalu mengikutinya.
“Kau terlalu ketus mengusir dia, Na,” tiba-tiba Sarah menegur Rona yang masih sibuk dengan bukunya. Sarah merupakan sahabatnya dari SMA dan juga satu kampus dengannya.
Rona hanya menghela napas mendengar ucapan temannya.
“Baiklah, aku tau kau tidak suka dengannya tapi aku rasa dia suka sama kamu,” goda Sarah.
“Sudahlah, berhenti ngomongin dia,” Rona segera mencari handphonenya. Dia tiba-tiba teringat dengan kekasihnya dan berniat untuk mengiriminya pesan.
“Kau sedang mengirim sms ke Fajar?”
Rona mengangguk dan terus sibuk mengetik sms yang akan dia kirim ke Fajar.
“Kau tahu tidak, waktu aku pulang ke Probolinggo kemarin aku melihat Fajar sedang jalan bersama mantannya,” tutur Sarah.
“Mantan? Maksudmu Tasya?” ujar Rona kaget.
“Iya, apa Fajar tidak bercerita padamu?”
Rona menggeleng. Dia merasa khawatir jika Fajar sudah melupakan janji mereka untuk saling menjaga perasaan. Namun dia mencoba untuk berpikir positif. Mungkin Fajar hanya ingin bertemu dengan mantannya tanpa ada maksud lebih di antara mereka.
Sar, kau ada dimana?
Sender : Fajar
Sent : 28-Dec-2011 08:37:22
Di kost. Knp?
Sender : Sarah
Sent : 28-Dec-2011 08:40:01
Aku ke sana ya? Ada yang ingin aku tanyakan.
Sender : Fajar
Sent : 28-Dec-2011 08:42:46
Loh? Kau ada di Yogya? Sejak kapan?
Sender : Sarah
Sent : 28-Dec-2011 08:45:24
Nanti saja ceritanya. Tapi kau jangan cerita ke Rona kalau aku di Yogya.
Sender : Fajar
Sent : 28-Dec-2011 08:47:33
Ok.
Sender : Sarah
Sent : 28-Dec-2011 08:50:23
Fajar segera meluncur ke tempat kost Sarah. Setibanya di sana, dia disambut hangat oleh sahabat kekasihnya itu. Fajar kemudian bercerita bahwa dia ingin memberikan kejutan bahwa dia akan mengunjungi Rona. Sekaligus ingin melihat aktivitas yang dilakukan Rona di kota tersebut. Tak lama kemudian Toni datang ke tempat kost Sarah dan memberikan sesuatu padanya.
“Sar, aku minta tolong ya. Berikan surat ini pada Rona!” pintanya.
“Surat apa ini?” tanya Sarah seraya mengambil surat beramplop biru dari tangan Toni.
“Aku tidak ingin Rona selalu jutek padaku setiap aku mendekatinya. Maka dari itu aku ingin menceritakan semua perasaanku ke dia,” tutur Toni.
Fajar yang saat itu sedang bersama Sarah merasa kaget mendengar ucapan pemuda tersebut. Dia tidak menyangka bahwa Rona telah dekat dengan pemuda dihadapannya. Hatinya memanas seketika dan bergemuruh hingga mendidihkan emosinya. Tapi dia menahan diri dan berusaha bersikap biasa dan cuek mendengar cerita dari Toni meskipun hatinya terbakar cemburu.
“Dia temanmu?” tanya Toni yang melihat Fajar di samping Sarah.
“Iya, dia adalah Fajar, kekasih…”
“Aku teman Sarah, perkenalkan,” ucap Fajar memotong perkataan Sarah seraya berjabat tangan dengan Toni. Fajar tidak ingin Toni mengetahui bahwa dia adalah kekasih Rona yang kelak pasti akan menimbulkan masalah yang tidak dia inginkan.
Usai berkenalan dan berbincang, Toni berpamitan dan mengingatkan Sarah untuk tidak lupa memberikan suratnya pada Rona.
“Kau tidak mengatakan bahwa kau kekasihnya Rona?”
“Tidak usah. Mana surat darinya? Biar aku sendiri yang menyerahkan pada Rona,” pinta Fajar.
Sarah pun memberikan surat tersebut pada Fajar. Tak lama kemudian, Fajar pamit untuk segera menemui Rona dengan hati yang bergejolak tak menentu.
Ponsel Rona berdering pertanda ada telepon masuk. Dia tersenyum senang saat dilihatnya di ponselnya tertera nama kekasihnya. Dia segera mengangkat telepon dari orang yang sangat dia rindukan.
“Hallo, Fajar. Apa kabar? Sudah lama kau tidak meneleponku”
“Maaf, Na. Aku sibuk. Kau sedang apa?” tanya Fajar.
“Lagi santai saja di kamar. Kau sendiri?” tanya Rona balik.
“Aku sedang di perjalanan menuju tempat kostmu. Ada yang ingin aku bicarakan,” jawabnya.
“Kau ada di Yogya? Wah. Ini kejutan buatku ya? Baiklah aku akan bersiap,” ucap Rona gembira.
“Iya, sudah dulu ya,” sahut Fajar seraya menutup ponselnya.
Di perjalanan, Fajar masih teringat saat pertama kali bertemu dengan Rona, gadis itu begitu menarik perhatiannya sehingga membuatnya ingin memilikinya. Namun, ketika mereka sudah disatukan oleh cinta, mereka harus terpisah oleh jarak dan waktu, kesetiaan mereka telah diuji oleh situasi. Kini keputusan ada di tangannya. Dia ingin mempertahankan Rona namun dia merasa hubuungannya bergitu rentan untuk berakhir dikarenakan pihak-pihak yang mencoba mengusik kesetiaan mereka.
Beberapa menit kemudian, Fajar sudah sampai di tempat kost Rona. Di sana terlihat kekasihnya sedang menunggu di depan kost.
“Kau akan mengajakku kemana?” tanya Rona penuh semangat.
“Bagaimana kalau ke Parang Tritis, sunset di sana pasti bagus,” usulnya saat masuk ke dalam mobil.
“Baiklah,” Fajar segera mengemudikan mobilnya menuju ke tempat yang diinginkan kekasihnya.
Selang beberapa menit, mereka akhirnya tiba di tempat tujuan. Rona segera turun dan berlari menikmati udara di sana. Dia sudah lama ingin pergi ke tempat tersebut namun masih belum ada yang mengajaknya.
Di kejauhan, ombak bergulung-gulung begitu besar. Makin lama, gelombang laut itu mengecil saat mencapai daratan. Anak-anak begitu senang bermain di sekitar ombak. Para pengunjung lain lebih senang duduk di pasir sembari memandang keindahan Parang Tritis.
“Kau menikmatinya?” Fajar membuka pembicaraan.
“Iya. Tadi kamu bilang mengajakku karena ingin mengatakan sesuatu. Tentang apa?”
Fajar kemudian merogoh kantong bajunya dan menyerahkan surat dari Toni pada kekasihnya.
“Bukalah!” ucapnya.
Rona kemudian membuka surat tersebut dan membaca isinya. Di dalamnya berisi curahan hati Toni mengenai perasaannya pada dirinya. Rona tidak menyangka bahwa maksud Toni selalu mengikutinya karena pemuda itu memiliki perasaan padanya.
“Aku tidak tahu sejak kapan kau dekat dengan laki-laki itu. Bagaimana jawabanmu terhadap surat itu” tanya Fajar.
“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Toni. Aku masih menjaga kesetiaan padamu,” ucap Rona. “Kau sendiri bagaimana dengan Tasya?” Rona mencoba mengalihkan pembicaraan.
Fajar kaget mendengar ucapan Rona, dia tidak percaya bahwa Rona mengetahui kedekatannya kembali dengan mantannya tersebut.
“Kau tidak perlu kaget dengan ucapanku,” tutur Rona seakan mengetahui pikiran Fajar.
“Aku memang saat ini dekat dengannya. Tapi aku hanya menganggapnya teman. Aku simpati padanya karena dia sudah berubah menjadi baik, tak seperti sifatnya dulu. Kau pasti mengetahui hal ini dari Sarah, bukan?”
Rona mengangguk. Dia hanya menatap keindahan laut yang terhampar di depan matanya. Dia seakan tidak ingin mendengar ucapan Fajar yang perlahan menyayat hatinya.
“Jadi bagaimana keputusanmu?” tanya Fajar
Rona terdiam sejenak. Dia kemudian menghela napas sebentar dan mulai berkata, “Maaf, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi,” tutur Rona pelan.
“Jadi kau memilih Toni?”
“Tidak, aku akan lebih berkonsentrasi pada kuliahku. Mungkin ujian kesetiaan kita cukup berakhir di sini. Aku tidak ingin menyakitimu dan aku pun tidak ingin bersedih saat kau bersama mantanmu di sana,” jawabnya lirih.
“Aku juga belum tentu akan kembali pada Tasya,” ucap Fajar.
Pembicaraan mereka pun terhenti. Pikiran mereka berkecamuk sendiri di dalam benak masing-masing. Suasana sunset meredakan kebimbangan diantara mereka. Dengan perasaan tak menentu, Fajar melangkahkan kaki meninggalkan pantai yang menjadi saksi atas berpisahnya cintanya dengan wanita yang dicintai selama ini. Demikian juga Rona.
Saat kembali ke dalam mobil, Rona hanya menyesali keputusannya. Dia mungkin tidak dapat bertemu lagi dengan sosok pemuda seperti Fajar. Namun, inilah keputusan yang telah dia ambil demi kebaikan di antara mereka.
Lagu “Perpisahan Termanis” mengalun indah di dalam mobil mengantarkan mereka ke masa depan masing-masing.
Jika memang kau tak tercipta untuk ku miliki
Cobalah mengerti yang terjadi
Bila mungkin memang tak bisa
Jangan pernah coba memaksa
tuk tetap bertahan di tengah kepedihan
Jadikan ini perpisahan yang termanis
Yang indah dalam hidupmu sepanjang waktu
“Tekadmu sudah bulat untuk melanjutkan sekolah di sana?” tanya kekasihnya.
Rona hanya mengangguk perlahan. Matanya menerawang jauh ke arah matahari yang mulai terbenam. Suasana sore hari itu membuat hatinya yang kacau sedikit tenang. Rona sudah diterima di universitas yang telah lama dia impikan. Namun masalah yang harus dihadapinya adalah dia akan terpisahkan oleh jarak dan waktu dengan kekasihnya, Fajar. Yogyakarta bukanlah kota yang mampu ditempuh hanya dengan dua atau tiga jam perjalanan dari Probolinggo.
“Jadi keputusanmu bagaimana? Kau akan mengakhiri hubungan ini begitu saja?” lanjutnya.
“Jika kau mau bertahan dengan jarak dan waktu yang memisahan kita, aku pun tidak masalah,” jawab Rona.
“Kau mau kita menjalani LDR?”
“Iya. Tapi apa kau bisa?” tanya Rona balik.
“Aku akan berusaha dan tetap menjaga hatiku sampai kau kembali,” ucap Fajar dengan tersenyum melihat kekasihnya itu.
“Kau janji?”
“Tentu saja,” ujar Fajar menggengam erat jemari kekasihnya itu. Dia seperti tidak ingin terpisahkan dengan Rona yang sangat dia cintai.
3 bulan kemudian…
“Hai, Rona! Lagi apa?” tanya seseorang dari belakang Rona.
“Cari referensi tentang tugasku,” jawabnya singkat.
“Bisa aku bantu? Sepertinya kau kesulitan mencarinya di buku sebanyak ini,” tawar Toni.
“Tak usah, kau dapat membantuku dengan pergi dan tidak mengganggu aku hari ini,” ucapnya ketus.
“Marah ya? Oke dah maaf. Aku pergi dulu. Bye,” ujar Toni seraya pergi meninggalkan Rona dengan tumpukan buku yang cukup banyak.
Rona lega akhirnya Toni pergi meninggalkannya sendiri. Dia mengganggap Toni sebagai pengganggu karena pemuda tersebut selalu mengikutinya.
“Kau terlalu ketus mengusir dia, Na,” tiba-tiba Sarah menegur Rona yang masih sibuk dengan bukunya. Sarah merupakan sahabatnya dari SMA dan juga satu kampus dengannya.
Rona hanya menghela napas mendengar ucapan temannya.
“Baiklah, aku tau kau tidak suka dengannya tapi aku rasa dia suka sama kamu,” goda Sarah.
“Sudahlah, berhenti ngomongin dia,” Rona segera mencari handphonenya. Dia tiba-tiba teringat dengan kekasihnya dan berniat untuk mengiriminya pesan.
“Kau sedang mengirim sms ke Fajar?”
Rona mengangguk dan terus sibuk mengetik sms yang akan dia kirim ke Fajar.
“Kau tahu tidak, waktu aku pulang ke Probolinggo kemarin aku melihat Fajar sedang jalan bersama mantannya,” tutur Sarah.
“Mantan? Maksudmu Tasya?” ujar Rona kaget.
“Iya, apa Fajar tidak bercerita padamu?”
Rona menggeleng. Dia merasa khawatir jika Fajar sudah melupakan janji mereka untuk saling menjaga perasaan. Namun dia mencoba untuk berpikir positif. Mungkin Fajar hanya ingin bertemu dengan mantannya tanpa ada maksud lebih di antara mereka.
Sar, kau ada dimana?
Sender : Fajar
Sent : 28-Dec-2011 08:37:22
Di kost. Knp?
Sender : Sarah
Sent : 28-Dec-2011 08:40:01
Aku ke sana ya? Ada yang ingin aku tanyakan.
Sender : Fajar
Sent : 28-Dec-2011 08:42:46
Loh? Kau ada di Yogya? Sejak kapan?
Sender : Sarah
Sent : 28-Dec-2011 08:45:24
Nanti saja ceritanya. Tapi kau jangan cerita ke Rona kalau aku di Yogya.
Sender : Fajar
Sent : 28-Dec-2011 08:47:33
Ok.
Sender : Sarah
Sent : 28-Dec-2011 08:50:23
Fajar segera meluncur ke tempat kost Sarah. Setibanya di sana, dia disambut hangat oleh sahabat kekasihnya itu. Fajar kemudian bercerita bahwa dia ingin memberikan kejutan bahwa dia akan mengunjungi Rona. Sekaligus ingin melihat aktivitas yang dilakukan Rona di kota tersebut. Tak lama kemudian Toni datang ke tempat kost Sarah dan memberikan sesuatu padanya.
“Sar, aku minta tolong ya. Berikan surat ini pada Rona!” pintanya.
“Surat apa ini?” tanya Sarah seraya mengambil surat beramplop biru dari tangan Toni.
“Aku tidak ingin Rona selalu jutek padaku setiap aku mendekatinya. Maka dari itu aku ingin menceritakan semua perasaanku ke dia,” tutur Toni.
Fajar yang saat itu sedang bersama Sarah merasa kaget mendengar ucapan pemuda tersebut. Dia tidak menyangka bahwa Rona telah dekat dengan pemuda dihadapannya. Hatinya memanas seketika dan bergemuruh hingga mendidihkan emosinya. Tapi dia menahan diri dan berusaha bersikap biasa dan cuek mendengar cerita dari Toni meskipun hatinya terbakar cemburu.
“Dia temanmu?” tanya Toni yang melihat Fajar di samping Sarah.
“Iya, dia adalah Fajar, kekasih…”
“Aku teman Sarah, perkenalkan,” ucap Fajar memotong perkataan Sarah seraya berjabat tangan dengan Toni. Fajar tidak ingin Toni mengetahui bahwa dia adalah kekasih Rona yang kelak pasti akan menimbulkan masalah yang tidak dia inginkan.
Usai berkenalan dan berbincang, Toni berpamitan dan mengingatkan Sarah untuk tidak lupa memberikan suratnya pada Rona.
“Kau tidak mengatakan bahwa kau kekasihnya Rona?”
“Tidak usah. Mana surat darinya? Biar aku sendiri yang menyerahkan pada Rona,” pinta Fajar.
Sarah pun memberikan surat tersebut pada Fajar. Tak lama kemudian, Fajar pamit untuk segera menemui Rona dengan hati yang bergejolak tak menentu.
Ponsel Rona berdering pertanda ada telepon masuk. Dia tersenyum senang saat dilihatnya di ponselnya tertera nama kekasihnya. Dia segera mengangkat telepon dari orang yang sangat dia rindukan.
“Hallo, Fajar. Apa kabar? Sudah lama kau tidak meneleponku”
“Maaf, Na. Aku sibuk. Kau sedang apa?” tanya Fajar.
“Lagi santai saja di kamar. Kau sendiri?” tanya Rona balik.
“Aku sedang di perjalanan menuju tempat kostmu. Ada yang ingin aku bicarakan,” jawabnya.
“Kau ada di Yogya? Wah. Ini kejutan buatku ya? Baiklah aku akan bersiap,” ucap Rona gembira.
“Iya, sudah dulu ya,” sahut Fajar seraya menutup ponselnya.
Di perjalanan, Fajar masih teringat saat pertama kali bertemu dengan Rona, gadis itu begitu menarik perhatiannya sehingga membuatnya ingin memilikinya. Namun, ketika mereka sudah disatukan oleh cinta, mereka harus terpisah oleh jarak dan waktu, kesetiaan mereka telah diuji oleh situasi. Kini keputusan ada di tangannya. Dia ingin mempertahankan Rona namun dia merasa hubuungannya bergitu rentan untuk berakhir dikarenakan pihak-pihak yang mencoba mengusik kesetiaan mereka.
Beberapa menit kemudian, Fajar sudah sampai di tempat kost Rona. Di sana terlihat kekasihnya sedang menunggu di depan kost.
“Kau akan mengajakku kemana?” tanya Rona penuh semangat.
“Bagaimana kalau ke Parang Tritis, sunset di sana pasti bagus,” usulnya saat masuk ke dalam mobil.
“Baiklah,” Fajar segera mengemudikan mobilnya menuju ke tempat yang diinginkan kekasihnya.
Selang beberapa menit, mereka akhirnya tiba di tempat tujuan. Rona segera turun dan berlari menikmati udara di sana. Dia sudah lama ingin pergi ke tempat tersebut namun masih belum ada yang mengajaknya.
Di kejauhan, ombak bergulung-gulung begitu besar. Makin lama, gelombang laut itu mengecil saat mencapai daratan. Anak-anak begitu senang bermain di sekitar ombak. Para pengunjung lain lebih senang duduk di pasir sembari memandang keindahan Parang Tritis.
“Kau menikmatinya?” Fajar membuka pembicaraan.
“Iya. Tadi kamu bilang mengajakku karena ingin mengatakan sesuatu. Tentang apa?”
Fajar kemudian merogoh kantong bajunya dan menyerahkan surat dari Toni pada kekasihnya.
“Bukalah!” ucapnya.
Rona kemudian membuka surat tersebut dan membaca isinya. Di dalamnya berisi curahan hati Toni mengenai perasaannya pada dirinya. Rona tidak menyangka bahwa maksud Toni selalu mengikutinya karena pemuda itu memiliki perasaan padanya.
“Aku tidak tahu sejak kapan kau dekat dengan laki-laki itu. Bagaimana jawabanmu terhadap surat itu” tanya Fajar.
“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Toni. Aku masih menjaga kesetiaan padamu,” ucap Rona. “Kau sendiri bagaimana dengan Tasya?” Rona mencoba mengalihkan pembicaraan.
Fajar kaget mendengar ucapan Rona, dia tidak percaya bahwa Rona mengetahui kedekatannya kembali dengan mantannya tersebut.
“Kau tidak perlu kaget dengan ucapanku,” tutur Rona seakan mengetahui pikiran Fajar.
“Aku memang saat ini dekat dengannya. Tapi aku hanya menganggapnya teman. Aku simpati padanya karena dia sudah berubah menjadi baik, tak seperti sifatnya dulu. Kau pasti mengetahui hal ini dari Sarah, bukan?”
Rona mengangguk. Dia hanya menatap keindahan laut yang terhampar di depan matanya. Dia seakan tidak ingin mendengar ucapan Fajar yang perlahan menyayat hatinya.
“Jadi bagaimana keputusanmu?” tanya Fajar
Rona terdiam sejenak. Dia kemudian menghela napas sebentar dan mulai berkata, “Maaf, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi,” tutur Rona pelan.
“Jadi kau memilih Toni?”
“Tidak, aku akan lebih berkonsentrasi pada kuliahku. Mungkin ujian kesetiaan kita cukup berakhir di sini. Aku tidak ingin menyakitimu dan aku pun tidak ingin bersedih saat kau bersama mantanmu di sana,” jawabnya lirih.
“Aku juga belum tentu akan kembali pada Tasya,” ucap Fajar.
Pembicaraan mereka pun terhenti. Pikiran mereka berkecamuk sendiri di dalam benak masing-masing. Suasana sunset meredakan kebimbangan diantara mereka. Dengan perasaan tak menentu, Fajar melangkahkan kaki meninggalkan pantai yang menjadi saksi atas berpisahnya cintanya dengan wanita yang dicintai selama ini. Demikian juga Rona.
Saat kembali ke dalam mobil, Rona hanya menyesali keputusannya. Dia mungkin tidak dapat bertemu lagi dengan sosok pemuda seperti Fajar. Namun, inilah keputusan yang telah dia ambil demi kebaikan di antara mereka.
Lagu “Perpisahan Termanis” mengalun indah di dalam mobil mengantarkan mereka ke masa depan masing-masing.
Jika memang kau tak tercipta untuk ku miliki
Cobalah mengerti yang terjadi
Bila mungkin memang tak bisa
Jangan pernah coba memaksa
tuk tetap bertahan di tengah kepedihan
Jadikan ini perpisahan yang termanis
Yang indah dalam hidupmu sepanjang waktu
Miss You - WestLife
I can't sleep, I just can't breathe
Mataku tak bisa lelap, aku sulit bernafas
When your shadow is all over me baby
Saat bayangmu selimutiku, kasih
Don't wanna be, a fool in your eyes
Tak ingin menjadi orang tolol di matamu
'Cause what we had was built on lies
Karena yang kita punya dibangun di atas dusta
And when our love seems to fade away
Dan ketika cinta kita tampak mulai pudar
Listen to me hear what I say
Dengarkan aku, dengarlah yang kukatakan
CHORUS
I don't wanna feel
Aku tak ingin rasakan
The way that I do
Yang kini kurasa
I just wanna be
Aku hanya ingin
Right here with you
Di sini bersamamu
I don't wanna see
Aku tak ingin melihat
See us apart
Melihat kita berpisah
I just wanna say it straight from my heart
Aku hanya ingin mengatakannya dari hatiku...
Mataku tak bisa lelap, aku sulit bernafas
When your shadow is all over me baby
Saat bayangmu selimutiku, kasih
Don't wanna be, a fool in your eyes
Tak ingin menjadi orang tolol di matamu
'Cause what we had was built on lies
Karena yang kita punya dibangun di atas dusta
And when our love seems to fade away
Dan ketika cinta kita tampak mulai pudar
Listen to me hear what I say
Dengarkan aku, dengarlah yang kukatakan
CHORUS
I don't wanna feel
Aku tak ingin rasakan
The way that I do
Yang kini kurasa
I just wanna be
Aku hanya ingin
Right here with you
Di sini bersamamu
I don't wanna see
Aku tak ingin melihat
See us apart
Melihat kita berpisah
I just wanna say it straight from my heart
Aku hanya ingin mengatakannya dari hatiku...
I miss you...
Aku merindukanmu...
What would it take, for you to see
Apa sulitnya bagimu tuk melihat
To make you understand that I'll
Untuk membuatmu mengerti bahwa aku kan
Always believe
Selalu percaya
You and I, can make it through
Kau dan aku, bisa melewatinya
And I still know, I can't get over you
Dan aku masih tahu, aku tak bisa melupakanmu
'Cause when our love seems to fade away
Karna saat cinta kita tampak mulai pudar
Listen to me hear what I say
Dengarkan aku, dengarlah yang kukatakan
CHORUS
Oh baby I miss you, I do...
Oh kasih aku merindukanmu, sungguh...
'Cause when our love always fades away
Karna saat cinta kita selalu pudar
Listen to me hear what I say
Dengarkan aku, dengarlah yang kukatakan
CHORUS
I miss you, I miss you
Aku merindukanmu, aku merindukanmu
I do...
Sungguh...
CHORUS
oh baby I miss you, I do...
Oh kasih aku merindukanmu, sungguh...
Aku merindukanmu...
What would it take, for you to see
Apa sulitnya bagimu tuk melihat
To make you understand that I'll
Untuk membuatmu mengerti bahwa aku kan
Always believe
Selalu percaya
You and I, can make it through
Kau dan aku, bisa melewatinya
And I still know, I can't get over you
Dan aku masih tahu, aku tak bisa melupakanmu
'Cause when our love seems to fade away
Karna saat cinta kita tampak mulai pudar
Listen to me hear what I say
Dengarkan aku, dengarlah yang kukatakan
CHORUS
Oh baby I miss you, I do...
Oh kasih aku merindukanmu, sungguh...
'Cause when our love always fades away
Karna saat cinta kita selalu pudar
Listen to me hear what I say
Dengarkan aku, dengarlah yang kukatakan
CHORUS
I miss you, I miss you
Aku merindukanmu, aku merindukanmu
I do...
Sungguh...
CHORUS
oh baby I miss you, I do...
Oh kasih aku merindukanmu, sungguh...
Fool Again - WestLife
Baby, I know the story
Kasih, kutahu ceritanya
I've seen the picture
T'lah kulihat gambarnya
It's written all over your face
Semua tertulis di wajahmu
Tell me, what's the secret
Katakan padaku, apakah rahasia
That you've been hiding
Yang kau sembunyikan itu
Who's gonna take my place?
Siapa yang akan menggantikanku?
I should've seen it coming
Harusnya bisa kuduga
I should've read the signs
Harusnya bisa kubaca pertanda
Anyway.. I guess it's over
Namun... kukira semua tlah usai
CHORUS:
Can't believe that I'm the fool again
Sulit dipercaya aku tertipu lagi
I thought the love would never end
Kukira cinta takkan berakhir
How was I to know
Bagaimana mungkin aku tahu
You never told me
Kau tak pernah bilang padaku
Can't believe that I'm a fool again
Sulit dipercaya aku tertipu lagi
And I who thought you were my friend
Dan aku yang mengira kau temanku
How was I to know
Bagaimana mungkin aku tahu
You never told me
Kau tak pernah bilang padaku
Baby, you should've called me
Kasih, harusnya kau tak usah menghubungi
When you were lonely
Saat kau sedang kesepian
When you needed me to be there
Saat kau membutuhkanku di sampingmu
Sadly, you never gave me
Sayangnya, kau tak pernah memberiku
Too many chances
Banyak kesempatan
To show you how much i care
'Tuk tunjukkan betapa besar rasa kasihku
I should've seen it coming
Harusnya bisa kuduga
I should've read the signs
Harusnya aku bisa baca pertanda
Anyway, I guess it's over
Namun, kukira semua tlah usai
Kasih, kutahu ceritanya
I've seen the picture
T'lah kulihat gambarnya
It's written all over your face
Semua tertulis di wajahmu
Tell me, what's the secret
Katakan padaku, apakah rahasia
That you've been hiding
Yang kau sembunyikan itu
Who's gonna take my place?
Siapa yang akan menggantikanku?
I should've seen it coming
Harusnya bisa kuduga
I should've read the signs
Harusnya bisa kubaca pertanda
Anyway.. I guess it's over
Namun... kukira semua tlah usai
CHORUS:
Can't believe that I'm the fool again
Sulit dipercaya aku tertipu lagi
I thought the love would never end
Kukira cinta takkan berakhir
How was I to know
Bagaimana mungkin aku tahu
You never told me
Kau tak pernah bilang padaku
Can't believe that I'm a fool again
Sulit dipercaya aku tertipu lagi
And I who thought you were my friend
Dan aku yang mengira kau temanku
How was I to know
Bagaimana mungkin aku tahu
You never told me
Kau tak pernah bilang padaku
Baby, you should've called me
Kasih, harusnya kau tak usah menghubungi
When you were lonely
Saat kau sedang kesepian
When you needed me to be there
Saat kau membutuhkanku di sampingmu
Sadly, you never gave me
Sayangnya, kau tak pernah memberiku
Too many chances
Banyak kesempatan
To show you how much i care
'Tuk tunjukkan betapa besar rasa kasihku
I should've seen it coming
Harusnya bisa kuduga
I should've read the signs
Harusnya aku bisa baca pertanda
Anyway, I guess it's over
Namun, kukira semua tlah usai
I Lay My Love On You - WestLife
Just a smile and the rain is gone
Hanya dengan senyumanmu dan hujanpun berhenti
Can hardly believe it (yeah)
Sulit kupercaya (yeah)
There's an angel standing next to me
Ada bidadari berdiri di sebelahku
Reaching for my heart
Menyentuh hatiku
Just a smile and there's no way back
Hanya dengan senyumanmu dan tak ada jalan kembali
Can hardly believe it (yeah)
Sulit kupercaya (yeah)
But there's an angel, she's calling me
Namun ada seorang bidadari, dia memanggilku
Reaching for my heart
Menyentuh hatiku
I know, that I'll be ok now
Kutahu bahwa aku 'kan baik-baik saja
This time it's real
Kali ini nyata
CHORUS
I lay my love on you
Kusandarkan cintaku padamu
It's all I wanna do
Hanya itu yang ingin kulakukan
Everytime I breathe I feel brand new
Tiap kali bernafas, kumerasa jadi orang yang baru
You open up my heart
Kau buka hatiku
Show me all your love, and walk right through
(Kau) tunjukkan semua cintamu, dan (kau) kenalkan aku pada cinta
As I lay my love on you
Saat kusandarkan cintaku padamu
I was lost in a lonely place
Aku tersesat di tempat yang sunyi
Could hardly even believe it (yeah)
Sulit kupercaya (yeah)
Holding on to yesterdays
Mengenang hari-hari kemarinFar, far too long
Hari-hari yang tlah berlalu
Now I believe it's ok
Kini aku percaya semua baik-baik saja
Cause this time it's real
Karena kali ini nyata
CHORUS
I never knew that love could fell soo good
Tak pernah kutahu bahwa cinta bisa begitu menyenangkan
Like once in a lifetime
Seperti sekali seumur hidup
You change my world
Kau ubah duniaku
CHORUS (3x)
As I lay my love on you
Saat kusandarkan cintaku padamu
Hanya dengan senyumanmu dan hujanpun berhenti
Can hardly believe it (yeah)
Sulit kupercaya (yeah)
There's an angel standing next to me
Ada bidadari berdiri di sebelahku
Reaching for my heart
Menyentuh hatiku
Just a smile and there's no way back
Hanya dengan senyumanmu dan tak ada jalan kembali
Can hardly believe it (yeah)
Sulit kupercaya (yeah)
But there's an angel, she's calling me
Namun ada seorang bidadari, dia memanggilku
Reaching for my heart
Menyentuh hatiku
I know, that I'll be ok now
Kutahu bahwa aku 'kan baik-baik saja
This time it's real
Kali ini nyata
CHORUS
I lay my love on you
Kusandarkan cintaku padamu
It's all I wanna do
Hanya itu yang ingin kulakukan
Everytime I breathe I feel brand new
Tiap kali bernafas, kumerasa jadi orang yang baru
You open up my heart
Kau buka hatiku
Show me all your love, and walk right through
(Kau) tunjukkan semua cintamu, dan (kau) kenalkan aku pada cinta
As I lay my love on you
Saat kusandarkan cintaku padamu
I was lost in a lonely place
Aku tersesat di tempat yang sunyi
Could hardly even believe it (yeah)
Sulit kupercaya (yeah)
Holding on to yesterdays
Mengenang hari-hari kemarinFar, far too long
Hari-hari yang tlah berlalu
Now I believe it's ok
Kini aku percaya semua baik-baik saja
Cause this time it's real
Karena kali ini nyata
CHORUS
I never knew that love could fell soo good
Tak pernah kutahu bahwa cinta bisa begitu menyenangkan
Like once in a lifetime
Seperti sekali seumur hidup
You change my world
Kau ubah duniaku
CHORUS (3x)
As I lay my love on you
Saat kusandarkan cintaku padamu
Si Sueb Anak Bandel
Alkisah ada seorang murid
kelas 4 SD yang amat terkenal bandel dan suka
berbicara kotor.
Pada pelajaran bahasa Indonesia pak guru bertanya pada anak-anak :
Guru : “Anak-anak siapa yang bisa bikin kalimat
yang mulai dari huruf A ?”
Sueb : “Saya pak… !!!”
Guru : “Wah, kalo sueb sebaiknya tidak usah saja,
pasti mau berbicara kotor,coba yang lain… ?”
Budi : “Saya pak… !!!”
Guru : “Ya budi coba… ”
Budi : “Ani anak yang pintar… ”
Guru : “Bagus bagus, nah
sekarang huruf B ?”
Sueb : “Saya pak… !!!”
Guru : “Ah, jangan kamu eb,coba yang lain??”
Ani : “Saya pak… !!!”
Guru : “Ya ani silakan… ”
Ani : “Budi anaknya
ganteng… ”
Guru : “Ya bagus-bagus, baiklah sekarang mulai
dengan huruf Z ?”
Pada saat itu anak-anak bingung tetapi ada satu
anak yang menunjukkan
jari…
Sueb : “Saya pak… !!!”
Guru : *sambil berfikir apakah huruf Z ada yang
kotor* “Baiklah, sueb silakan tapi ingat jangan
pakai kata yang kotor di huruf Z itu ya… ”
Sueb : “Baik pak… ”
Guru : “Baik, coba !!!”
Sueb : “Zaenal…… ”
Guru : “Bagus-bagus, lanjutkan !!!”
Sueb : “Burungnya gede….. ”
Guru : @??!!$%&!!!!?
kelas 4 SD yang amat terkenal bandel dan suka
berbicara kotor.
Pada pelajaran bahasa Indonesia pak guru bertanya pada anak-anak :
Guru : “Anak-anak siapa yang bisa bikin kalimat
yang mulai dari huruf A ?”
Sueb : “Saya pak… !!!”
Guru : “Wah, kalo sueb sebaiknya tidak usah saja,
pasti mau berbicara kotor,coba yang lain… ?”
Budi : “Saya pak… !!!”
Guru : “Ya budi coba… ”
Budi : “Ani anak yang pintar… ”
Guru : “Bagus bagus, nah
sekarang huruf B ?”
Sueb : “Saya pak… !!!”
Guru : “Ah, jangan kamu eb,coba yang lain??”
Ani : “Saya pak… !!!”
Guru : “Ya ani silakan… ”
Ani : “Budi anaknya
ganteng… ”
Guru : “Ya bagus-bagus, baiklah sekarang mulai
dengan huruf Z ?”
Pada saat itu anak-anak bingung tetapi ada satu
anak yang menunjukkan
jari…
Sueb : “Saya pak… !!!”
Guru : *sambil berfikir apakah huruf Z ada yang
kotor* “Baiklah, sueb silakan tapi ingat jangan
pakai kata yang kotor di huruf Z itu ya… ”
Sueb : “Baik pak… ”
Guru : “Baik, coba !!!”
Sueb : “Zaenal…… ”
Guru : “Bagus-bagus, lanjutkan !!!”
Sueb : “Burungnya gede….. ”
Guru : @??!!$%&!!!!?
Percakapan 4 Orang Anak
sepulang sekolah 4 orang anak yang bersahabat ngobrol ngobrol
semuanya saling membanggakan ayah masing-masing begini pebincangannya.
Anak kesatu : oh ya tadi pagi ayahku dipanggil gubernur sambil berbangga diri
Anak kedua : kalo Kemarin ayahku dipangil oleh mentri
Anak ketiga : Klo minggu lalu ayahku dipanggil oleh presiden kepala negara kita kalah semua sama bapaku hehehehehe
anak keempat : Wah, kalah semua, kalo ayahku kemarin dipanggil Tuhan
Anak ke 1 2 3 : busyett capek dahhh, harusnya lu sedih bukan bannga hik !?!?!?!?!
Anak kesatu : oh ya tadi pagi ayahku dipanggil gubernur sambil berbangga diri
Anak kedua : kalo Kemarin ayahku dipangil oleh mentri
Anak ketiga : Klo minggu lalu ayahku dipanggil oleh presiden kepala negara kita kalah semua sama bapaku hehehehehe
anak keempat : Wah, kalah semua, kalo ayahku kemarin dipanggil Tuhan
Anak ke 1 2 3 : busyett capek dahhh, harusnya lu sedih bukan bannga hik !?!?!?!?!
Iklan Pasta Gigi
Diceritakan seorang anak dan bapaknya sedang bercakap mengenai sebuah iklan yg membuat si anak bingung.
a: anak
b: bapak
a: pak, sbenernya pesoden itu artinya apa sih?
dengan sok tau bapak itu menjawab
b: pepsoden itu artinya pasta gigi
a: kalo ciptaden artinya apa?
b: ciptaden artinya juga pasta gigi
a: kalo gitu, sensoden artinya apa?
b: sensoden artinya juga pasta gigi, pokoknya yang ada den den nya gitu artinya pasta gigi!
a: oh gitu, kalo gitu presiden artinya juga pasta gigi dong pak?
b: ???”
a: anak
b: bapak
a: pak, sbenernya pesoden itu artinya apa sih?
dengan sok tau bapak itu menjawab
b: pepsoden itu artinya pasta gigi
a: kalo ciptaden artinya apa?
b: ciptaden artinya juga pasta gigi
a: kalo gitu, sensoden artinya apa?
b: sensoden artinya juga pasta gigi, pokoknya yang ada den den nya gitu artinya pasta gigi!
a: oh gitu, kalo gitu presiden artinya juga pasta gigi dong pak?
b: ???”
If I Let You Go - Westlife
Day after day
Dari hari ke hari
Time passed away
Waktu terus berlalu
And I just can't get you off my mind
Dan aku tak bisa berhenti memikirkanmu
Nobody knows, I hide it inside
Tak seorang pun tahu, kusembunyikan dalam hati
I keep on searching but I can't find
Terus kucari tapi tak kutemukan
The courage to show to letting you know
Nyali tuk tunjukkan agar kau tahu
I've never felt so much love before
Tak pernah sebelumnya kurasakan cinta yang begini besar
PRE-CHORUS
And once again I'm thinking about
Dan sekali lagi aku berpikir
Taking the easy way out
Tuk memilih jalan keluar yang mudah
CHORUS
But if I let you go I will never know
Tapi jika kulepaskan dirimu, maka aku takkan pernah tahu
What my life would be holding you close to me
Seperti apa hidupku saat mendekapmu erat
Will I ever see you smiling back at me?
Akankah aku bisa melihat kau tersenyum padaku?
How will I know
Bagaimana mungkin aku kan tahu
If I let you go?
Jika ku lepaskan dirimu?
Night after night I hear myself say
Setiap malam, kudengar diriku berkata
Why can't this feeling just fade away
Kenapa perasaan ini tak mau pergi
There's no one like you
Tak ada orang lain sepertimu
You speak to my heart
Kau bicara ke hatiku
It's such a shame
Sungguh memalukan
we're worlds apart
Kita adalah dua dunia yang berbeda
I'm too shy to ask, I'm too proud to lose
Aku terlalu malu tuk meminta, aku terlalu angkuh untuk kalah
But sooner or later I gotta choose
Tapi cepat atau lambat, aku harus memilih
PRE-CHORUS
CHORUS
Dari hari ke hari
Time passed away
Waktu terus berlalu
And I just can't get you off my mind
Dan aku tak bisa berhenti memikirkanmu
Nobody knows, I hide it inside
Tak seorang pun tahu, kusembunyikan dalam hati
I keep on searching but I can't find
Terus kucari tapi tak kutemukan
The courage to show to letting you know
Nyali tuk tunjukkan agar kau tahu
I've never felt so much love before
Tak pernah sebelumnya kurasakan cinta yang begini besar
PRE-CHORUS
And once again I'm thinking about
Dan sekali lagi aku berpikir
Taking the easy way out
Tuk memilih jalan keluar yang mudah
CHORUS
But if I let you go I will never know
Tapi jika kulepaskan dirimu, maka aku takkan pernah tahu
What my life would be holding you close to me
Seperti apa hidupku saat mendekapmu erat
Will I ever see you smiling back at me?
Akankah aku bisa melihat kau tersenyum padaku?
How will I know
Bagaimana mungkin aku kan tahu
If I let you go?
Jika ku lepaskan dirimu?
Night after night I hear myself say
Setiap malam, kudengar diriku berkata
Why can't this feeling just fade away
Kenapa perasaan ini tak mau pergi
There's no one like you
Tak ada orang lain sepertimu
You speak to my heart
Kau bicara ke hatiku
It's such a shame
Sungguh memalukan
we're worlds apart
Kita adalah dua dunia yang berbeda
I'm too shy to ask, I'm too proud to lose
Aku terlalu malu tuk meminta, aku terlalu angkuh untuk kalah
But sooner or later I gotta choose
Tapi cepat atau lambat, aku harus memilih
PRE-CHORUS
CHORUS
Akuilah Aku
Kita tahu
kita percaya
bahwa rasa itu tumbuh sekian lama
dan bernaung di dalam hati
menunggu detik agar mewujudkanya
menjadi kata, kalimat, lalu suara
Aku tak peduli
bila ruang harus menyekat cinta
dan aku mencoba menyeru kepada detik
agar temukan kita di ujung hari
Aku tidak peduli meski dibulan tak berbulan sekalipun
ruang masih saja menyekat cinta
dan aku masih saja mencoba menyeru kepada detik
agar temukan kita di serambi taman surga
Aku tak peduli
bila langit menggulung mendungnya
dan menghujam bumi dengan ribuan bintik
lalu laut mengamuk menyapu karang yang tegar
tanah terkuak menenggelamkan harapan-harapan besar
dan akhirnya tuhan menyeru kepada malaikat maut
untuk bertebaran menyayat ribuan jiwa
Selelah apapun mataku mencari wujudmu
selelah apapun telinga meraba udara mencari suaramu
selelah apapun kaki berjalan, mengukir jejak mengejar bayangmu
apapun yang kau lakukan
bagaimanapun kau menolaknya
cinta akan tetap berada disana
menunggumu mengakui keberadaannya
kau dan aku tahu itu
Kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta
kita percaya
bahwa rasa itu tumbuh sekian lama
dan bernaung di dalam hati
menunggu detik agar mewujudkanya
menjadi kata, kalimat, lalu suara
Aku tak peduli
bila ruang harus menyekat cinta
dan aku mencoba menyeru kepada detik
agar temukan kita di ujung hari
Aku tidak peduli meski dibulan tak berbulan sekalipun
ruang masih saja menyekat cinta
dan aku masih saja mencoba menyeru kepada detik
agar temukan kita di serambi taman surga
Aku tak peduli
bila langit menggulung mendungnya
dan menghujam bumi dengan ribuan bintik
lalu laut mengamuk menyapu karang yang tegar
tanah terkuak menenggelamkan harapan-harapan besar
dan akhirnya tuhan menyeru kepada malaikat maut
untuk bertebaran menyayat ribuan jiwa
Selelah apapun mataku mencari wujudmu
selelah apapun telinga meraba udara mencari suaramu
selelah apapun kaki berjalan, mengukir jejak mengejar bayangmu
apapun yang kau lakukan
bagaimanapun kau menolaknya
cinta akan tetap berada disana
menunggumu mengakui keberadaannya
kau dan aku tahu itu
Kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta
One More Night - Maroon5
You and I go hard at each other like
we're going to war
Kau dan aku saling memusuhi seolah kita hendak perang
You and I go rough, we keep throwing things, and slamming the door
Kau dan aku saling mengasari, saling lempar, dan membanting pintu
You and I get so damn dysfunctional we stopped keeping score
Kau dan aku sudah begitu tak waras, kita berhenti mengingat
You and I get sick, yeah I know that we can't do this no more
Kau dan aku sudah muak, yeah aku tahu kita tak bisa terus begini
PRE-CHORUS
But baby, there you go again, there you go again, making me love you
Tapi kasih, kau mulai lagi, kau mulai lagi, membuatku mencintaimu
Yeah I stopped using my head, using my head, let it all go, ooh
Yeah kuberhenti gunakan logika, lupakan semuanya
Got you stuck on my body, on my body, like a tattoo
Biarkanmu lekat-lekat di tubuhku, seperti tato
And now I'm feeling stupid, feeling stupid, crawling back to you
Dan kini aku merasa bodoh, merangkak kembali padamu
CHORUS
So I cross my heart and hope to die
Maka aku pun bersumpah
That I only stay with you one more night
Bahwa aku hanya akan tinggal bersamamu semalam lagi
And I know I said it a million times
Dan aku tahu tlah kukatakan itu jutaan kali
But I'll only stay with you one more night
Tapi aku hanya akan tinggal bersamamu semalam lagi
Trying to tell you no, but my body keeps on telling you yes
Tlah kucoba bilang tidak, tapi tubuhku terus berkata iya
Trying to tell you stop, but your lipstick got me so out of breath
Tlah kucoba bilang hentikan, tapi lipstikmu membuatmu bergelora
I'd be waking up in the morning got me hating myself
(Dan) aku kan terbangun di pagi hari, membenci diriku sendiri
I'd be waking up feeling satisfied, guilty as hell
Aku kan terbangun merasa puas, dan juga merasa bersalah
PRE-CHORUS
CHORUS
Kau dan aku saling memusuhi seolah kita hendak perang
You and I go rough, we keep throwing things, and slamming the door
Kau dan aku saling mengasari, saling lempar, dan membanting pintu
You and I get so damn dysfunctional we stopped keeping score
Kau dan aku sudah begitu tak waras, kita berhenti mengingat
You and I get sick, yeah I know that we can't do this no more
Kau dan aku sudah muak, yeah aku tahu kita tak bisa terus begini
PRE-CHORUS
But baby, there you go again, there you go again, making me love you
Tapi kasih, kau mulai lagi, kau mulai lagi, membuatku mencintaimu
Yeah I stopped using my head, using my head, let it all go, ooh
Yeah kuberhenti gunakan logika, lupakan semuanya
Got you stuck on my body, on my body, like a tattoo
Biarkanmu lekat-lekat di tubuhku, seperti tato
And now I'm feeling stupid, feeling stupid, crawling back to you
Dan kini aku merasa bodoh, merangkak kembali padamu
CHORUS
So I cross my heart and hope to die
Maka aku pun bersumpah
That I only stay with you one more night
Bahwa aku hanya akan tinggal bersamamu semalam lagi
And I know I said it a million times
Dan aku tahu tlah kukatakan itu jutaan kali
But I'll only stay with you one more night
Tapi aku hanya akan tinggal bersamamu semalam lagi
Trying to tell you no, but my body keeps on telling you yes
Tlah kucoba bilang tidak, tapi tubuhku terus berkata iya
Trying to tell you stop, but your lipstick got me so out of breath
Tlah kucoba bilang hentikan, tapi lipstikmu membuatmu bergelora
I'd be waking up in the morning got me hating myself
(Dan) aku kan terbangun di pagi hari, membenci diriku sendiri
I'd be waking up feeling satisfied, guilty as hell
Aku kan terbangun merasa puas, dan juga merasa bersalah
PRE-CHORUS
CHORUS
Saat Dirimu Tak Ada
Bintang-bintang kian menghilang ditelan malam
Kesunyian telah berbalut dengan kehampaan
Bertaburan harapan walau hanya angan sesaat
Bagai arus melangkah tanpa kutahu arahnya
Bilakah aku lepas dari derita tak bertepi ini
Saat kau tak ada disini
Dedaunan berguguran dan berjatuhan ditaman
Ranting-rantaing bagai dawai tak bersenar
Debur ombak menghantam dan pecahkan karang
Lepaskanlah aku dari derita tak berakhir ini
Saat kau tak ada disisiku
Saat kau tak ada atau kau tak disini
Diriku terpenjara sepi dan hanya kunikmati sendiri
Sudah tak terhitung lagi waktu untuk melupakanmu
Namun aku tak pernah bisa… tak kan pernah bisa
Kesunyian telah berbalut dengan kehampaan
Bertaburan harapan walau hanya angan sesaat
Bagai arus melangkah tanpa kutahu arahnya
Bilakah aku lepas dari derita tak bertepi ini
Saat kau tak ada disini
Dedaunan berguguran dan berjatuhan ditaman
Ranting-rantaing bagai dawai tak bersenar
Debur ombak menghantam dan pecahkan karang
Lepaskanlah aku dari derita tak berakhir ini
Saat kau tak ada disisiku
Saat kau tak ada atau kau tak disini
Diriku terpenjara sepi dan hanya kunikmati sendiri
Sudah tak terhitung lagi waktu untuk melupakanmu
Namun aku tak pernah bisa… tak kan pernah bisa
Rasa Ini Hanya Untukmu
Mungkin cinta ini hanya untukmu
Tulus dari dalam hatiku
Mungkin cinta ini telah memilihmu
Ikhlas tak berbatas waktu
Ku tulis cinta ini di langit
Untuk dibaca surga dan bumi
Semoga kau ‘kan mengerti
Cinta ini suci tak terbagi
Hanya kau yang ada dihatiku
Mengalir dalam darah dinadiku
Merangkai mimpi ditidurku
Menjadi ratu di istana cintaku
Kau ‘kan selalu dihatiku
Hingga batas akhir nafas dihidupku
Tulus dari dalam hatiku
Mungkin cinta ini telah memilihmu
Ikhlas tak berbatas waktu
Ku tulis cinta ini di langit
Untuk dibaca surga dan bumi
Semoga kau ‘kan mengerti
Cinta ini suci tak terbagi
Hanya kau yang ada dihatiku
Mengalir dalam darah dinadiku
Merangkai mimpi ditidurku
Menjadi ratu di istana cintaku
Kau ‘kan selalu dihatiku
Hingga batas akhir nafas dihidupku
Kesetiaan
Beribu waktu telah berlalu
Berjuta hari telah berganti
Ku masih setia menunggu
Disini sampai akhir nanti
Kematian takkan mengakhiri cinta ini
Cinta ini akan tetap abadi
Seumur surga dan bumi
Ku akan tetap setia
Takkan ku ingkari untuk selamanya
Berjuta hari telah berganti
Ku masih setia menunggu
Disini sampai akhir nanti
Kematian takkan mengakhiri cinta ini
Cinta ini akan tetap abadi
Seumur surga dan bumi
Ku akan tetap setia
Takkan ku ingkari untuk selamanya
Alasanku
Aku mencintai
Bukan karena engkau seorang bidadari
Aku menyayangimu
Bukan karena engkau seorang ratu
Aku mencintaimu
Karena takdir yang menuntunku
Cinta ini bukan dari mata
Tetapi surga yang telah menentukannya
Aku tulus mencintaimu
Ku tak berharap kau membalas cintaku
Ku persembahkan cinta sejatiku hanya untukmu
Hingga suatu saat Tuhan ‘kan memanggilku
Bukan karena engkau seorang bidadari
Aku menyayangimu
Bukan karena engkau seorang ratu
Aku mencintaimu
Karena takdir yang menuntunku
Cinta ini bukan dari mata
Tetapi surga yang telah menentukannya
Aku tulus mencintaimu
Ku tak berharap kau membalas cintaku
Ku persembahkan cinta sejatiku hanya untukmu
Hingga suatu saat Tuhan ‘kan memanggilku
Goresan Cinta
Cinta adalah sepasang ikatan
Cinta adalah dua hati yang menyatu
Cinta adalah sebuah kasih sayang
Cinta adalah sebuah kejujuran hati
Yang mampu berada dimana saja
Cinta juga tak bisa terwakili
Cinta tak selamanya harus memiliki
Cinta juga dapat membahagiakan
Dan cinta juga dapat meyakitkan
Seperti halnya dirimu…
Sekiranya tekadmu sudah bulat
Pergilah dengan wajah tersenyum
Namun tinggalkanlah sedikit pesan
Agar aku megerti harus berbuat apa
Agarku bisa mengartikan makna cinta mu
Dan arti kata ketulusanmu
Dan jua arti kata kecewamu
Namun bila kau pergi begitu saja
Berarti cinta yang kau katakan dulu
Dan rindu yang kau ucapkan adalah bohong
Seakan kau menancapkan pisau di jantungku
Yang meninggalkan luka hingga ku mati
Cinta adalah dua hati yang menyatu
Cinta adalah sebuah kasih sayang
Cinta adalah sebuah kejujuran hati
Yang mampu berada dimana saja
Cinta juga tak bisa terwakili
Cinta tak selamanya harus memiliki
Cinta juga dapat membahagiakan
Dan cinta juga dapat meyakitkan
Seperti halnya dirimu…
Sekiranya tekadmu sudah bulat
Pergilah dengan wajah tersenyum
Namun tinggalkanlah sedikit pesan
Agar aku megerti harus berbuat apa
Agarku bisa mengartikan makna cinta mu
Dan arti kata ketulusanmu
Dan jua arti kata kecewamu
Namun bila kau pergi begitu saja
Berarti cinta yang kau katakan dulu
Dan rindu yang kau ucapkan adalah bohong
Seakan kau menancapkan pisau di jantungku
Yang meninggalkan luka hingga ku mati
Penantian Cinta
Biarlah ku simpan
Kata cinta yang tak terucapkan
Biarlah ku genggam
Rasa cinta yang semakin mendalam
Dibawah sinar bulan purnama
Saat sang dewi malam bertahta
Ku ikrarkan janji setia
Untuk menantimu selamanya
Tapi…
Mungkin sudah takdirku
Terlahir untuk mencintaimu
Meski ku tak bisa memilikimu
Sampai akhir nafasku
Hanya dirimu yang selalu ku tunggu
Penantian…
Kata cinta yang tak terucapkan
Biarlah ku genggam
Rasa cinta yang semakin mendalam
Dibawah sinar bulan purnama
Saat sang dewi malam bertahta
Ku ikrarkan janji setia
Untuk menantimu selamanya
Tapi…
Mungkin sudah takdirku
Terlahir untuk mencintaimu
Meski ku tak bisa memilikimu
Sampai akhir nafasku
Hanya dirimu yang selalu ku tunggu
Penantian…
Bidadari Impian
Bidadari
Mungkin itu hanya impian
Tapi mungkin juga nyata
Mungkin juga nyata
Mungkin Cuma halusinasiku semata
Tapi mungkin juga realita
Bidadari
Parasmu begitu menawan
Pesonamu penuh kharisma
Hatimu seputih salju
Jiwamu sebening embun pagi
Bidadari
Senyummu begitu menawan
Tutur katamu terdengar merdu
Bagai setetes embun penyejuk kalbu
Bidadari
Kuharap engkau benar ada
Bukan hanya ilusi semata
Sehingga aku bisa kembali jumpa
Denganmu wahai dara penuh pesona
Mungkin itu hanya impian
Tapi mungkin juga nyata
Mungkin juga nyata
Mungkin Cuma halusinasiku semata
Tapi mungkin juga realita
Bidadari
Parasmu begitu menawan
Pesonamu penuh kharisma
Hatimu seputih salju
Jiwamu sebening embun pagi
Bidadari
Senyummu begitu menawan
Tutur katamu terdengar merdu
Bagai setetes embun penyejuk kalbu
Bidadari
Kuharap engkau benar ada
Bukan hanya ilusi semata
Sehingga aku bisa kembali jumpa
Denganmu wahai dara penuh pesona
Aku Rela
Aku bukan romeo penebar pesona
Bukan pula Don juan pemikat wanita
Juga bukan titisan Cassanova
Akulah tukang kebun bahagia
Maafkan aku pujaan rahasiaku
Aku yang telah tinggalkanmu
Bukan harapku berakhir dihari itu
Kedewasaanku telah benamkan egoku
Tahukah kau kurelakan tuk siapa saja
Tahukah kau bahagiamu adalah pasal pertama
Tahukah kau putus asa mulai meraja
Tahukah kau raguku mampu terjaga
Aku tak sanggup ada
Jika kau rindu belaian mesra
Aku tak siap terjaga
Saat kau menangis menahan kecewa
Aku tak bisa melihatmu tak bahagia
Kurelakan kau walau berat adanya
Maaf jika luncuran kata duka
Hanya seketika itu juga
Sungguh aku tak bisa....
Tahukah aku mati jika tak ada kawan
Mungkin kuakhiri saja nyawa
Tapi terlalu hangat pelukan keluarga
Tak sanggup kuabaikan orang yang mencintai ku
Kau masih berarti dalam lamunan malam
Masih termimpi walau tak setakjub dulu
Seolah hanya kamu bayangan masa depan
Walau kau tidak lebih dari serpihan masa
Mampukah aku berarti bagimu
Jika sisi bumi pisahkan kita
Beda semua belokan arah hidup kita
Kuberharap hilang tuk selamanya
Atau....
Kita bertemu dalam tikungan hari
Lama cinta pergi membawa kita sendiri
Suatu saat nanti jika kau lihat purnama
Kuingin menemukannya kembali
Dan abadi...
Bukan pula Don juan pemikat wanita
Juga bukan titisan Cassanova
Akulah tukang kebun bahagia
Maafkan aku pujaan rahasiaku
Aku yang telah tinggalkanmu
Bukan harapku berakhir dihari itu
Kedewasaanku telah benamkan egoku
Tahukah kau kurelakan tuk siapa saja
Tahukah kau bahagiamu adalah pasal pertama
Tahukah kau putus asa mulai meraja
Tahukah kau raguku mampu terjaga
Aku tak sanggup ada
Jika kau rindu belaian mesra
Aku tak siap terjaga
Saat kau menangis menahan kecewa
Aku tak bisa melihatmu tak bahagia
Kurelakan kau walau berat adanya
Maaf jika luncuran kata duka
Hanya seketika itu juga
Sungguh aku tak bisa....
Tahukah aku mati jika tak ada kawan
Mungkin kuakhiri saja nyawa
Tapi terlalu hangat pelukan keluarga
Tak sanggup kuabaikan orang yang mencintai ku
Kau masih berarti dalam lamunan malam
Masih termimpi walau tak setakjub dulu
Seolah hanya kamu bayangan masa depan
Walau kau tidak lebih dari serpihan masa
Mampukah aku berarti bagimu
Jika sisi bumi pisahkan kita
Beda semua belokan arah hidup kita
Kuberharap hilang tuk selamanya
Atau....
Kita bertemu dalam tikungan hari
Lama cinta pergi membawa kita sendiri
Suatu saat nanti jika kau lihat purnama
Kuingin menemukannya kembali
Dan abadi...
Namamu
Mungkin kau tak pernah tahu apa yang kutulis disini
Yang terkadang tak tereja di setiap syairnya
Yang takkan pernah selesai kurangkai untukmu
Dan tak tak pernah lelah kugoreskan di tiap aksaranya
Hingga kata yang kupintal menjadikan namamu
Izinkan aku mencintaimu meski dalam goresan pena
Aku ingin mencintaimu layaknya mentari
Yang bergulir sempurna dari kanan ke kiri
Aku ingin mencintaimu seperti udara
Yang tak terlihat namun dapat kau rasa
Mungkin bagimu rinduku tak kasat mata
Rindu yang tak terbaca yang tak kau pahami maknanya
Biarkanlah aku simpan dan kurajut dalam hati
Tentangmu...
Pada sedikit kisah hidupmu yang pernah kau bagi cerita
Pada sekeping hatimu yang rela kutumbuhi bunga
Tentangmu...
Namamu yang selalu menggetarkan sekeping hatiku...
Yang terkadang tak tereja di setiap syairnya
Yang takkan pernah selesai kurangkai untukmu
Dan tak tak pernah lelah kugoreskan di tiap aksaranya
Hingga kata yang kupintal menjadikan namamu
Izinkan aku mencintaimu meski dalam goresan pena
Aku ingin mencintaimu layaknya mentari
Yang bergulir sempurna dari kanan ke kiri
Aku ingin mencintaimu seperti udara
Yang tak terlihat namun dapat kau rasa
Mungkin bagimu rinduku tak kasat mata
Rindu yang tak terbaca yang tak kau pahami maknanya
Biarkanlah aku simpan dan kurajut dalam hati
Tentangmu...
Pada sedikit kisah hidupmu yang pernah kau bagi cerita
Pada sekeping hatimu yang rela kutumbuhi bunga
Tentangmu...
Namamu yang selalu menggetarkan sekeping hatiku...
Ruang Kosong Dalam Hati
apa yang aku harap untuk saat ini
apa yang aku pinta untuk nanti
apa yang aku simpan untuk esok pagi
apa yang tersisa dihati
juga apa yg kutunggu setelah malam berganti
ku tak tahu…
aku tidak disini
disuatu tempat, tidak disini
ini ruangku, kosong tanpa tepi
ini paradeku, hanya kusendiri
ini perlintasanku dalam perih
aku, tanpaku, tanpamu…
hanya kusendiri…
ku tak ingin yang lain
ku tak ingin kisah yang lain
ku tak ingin rindu yang lain
ku tak tahu apa yang aku harap saat ini
kosong, hanya lautan dengan badai
kosong, hanya jarak-jarak yang tak terjangkau dalam mimpi
kosong, hanya aku, tanpamu, sendiri…
aku tak ingin apapun
tidak juga aku, tidak juga kau…
ku hanya ingin sesaat denganmu
sesaat tuk lepaskan bebanku
rinduku, kehilanganku, juga tangisku
sesaat tuk sadari kau disitu…
kau ada untukku
tidak karena aku
tapi karenamu
apa yang aku pinta untuk nanti
apa yang aku simpan untuk esok pagi
apa yang tersisa dihati
juga apa yg kutunggu setelah malam berganti
ku tak tahu…
aku tidak disini
disuatu tempat, tidak disini
ini ruangku, kosong tanpa tepi
ini paradeku, hanya kusendiri
ini perlintasanku dalam perih
aku, tanpaku, tanpamu…
hanya kusendiri…
ku tak ingin yang lain
ku tak ingin kisah yang lain
ku tak ingin rindu yang lain
ku tak tahu apa yang aku harap saat ini
kosong, hanya lautan dengan badai
kosong, hanya jarak-jarak yang tak terjangkau dalam mimpi
kosong, hanya aku, tanpamu, sendiri…
aku tak ingin apapun
tidak juga aku, tidak juga kau…
ku hanya ingin sesaat denganmu
sesaat tuk lepaskan bebanku
rinduku, kehilanganku, juga tangisku
sesaat tuk sadari kau disitu…
kau ada untukku
tidak karena aku
tapi karenamu
Dua Dunia
Kini semua berbeda.
Tak ada lagi senyum di sudut bibir ku.
Tak ada lagi tawa dalam hari ku.
Tak ada lagi sinar dalam tatapan ku.
Semua sirna, semua lenyap.
Bintang yang slalu menyapa ku.
Bulan yang tersenyum melihat ku.
Kini seakan menjauh.
Meninggalkan ku dalam gelap malam.
Terpuruk dalam kesepian.
Sejak kepergian mu.
Kadang aku teringat..
saat aku tersenyum karena mu.
Saat aku terlelap dalam peluk mu.
Semua masih melekat erat dalam memory ku.
Terkadang ada rasa penyesalan.
Karena aku tak pernah buat mu bahagia.
Aku slalu egois.
Aku tak pernah peduli.
Saat kau terluka karena sikap ku.
Ingin rasanya aku menemui mu.
Mengobati rasa rindu ku.
Tapi aku tak mampu.
Karena kita tlah terpisah dunia.
Aku hanya bisa berharap.
Kau kan datang dalam mimpi” ku.
Tak ada lagi senyum di sudut bibir ku.
Tak ada lagi tawa dalam hari ku.
Tak ada lagi sinar dalam tatapan ku.
Semua sirna, semua lenyap.
Bintang yang slalu menyapa ku.
Bulan yang tersenyum melihat ku.
Kini seakan menjauh.
Meninggalkan ku dalam gelap malam.
Terpuruk dalam kesepian.
Sejak kepergian mu.
Kadang aku teringat..
saat aku tersenyum karena mu.
Saat aku terlelap dalam peluk mu.
Semua masih melekat erat dalam memory ku.
Terkadang ada rasa penyesalan.
Karena aku tak pernah buat mu bahagia.
Aku slalu egois.
Aku tak pernah peduli.
Saat kau terluka karena sikap ku.
Ingin rasanya aku menemui mu.
Mengobati rasa rindu ku.
Tapi aku tak mampu.
Karena kita tlah terpisah dunia.
Aku hanya bisa berharap.
Kau kan datang dalam mimpi” ku.
Menangis Lagi
kamu seakan hilang
timbul tenggelam
ku cari ku sibak waktu
dengan kata dengan suara
kau hanya sepatah bersuara
apakah ini artinya kau telah lupakan aku?
melangkah tanpaku?
meninggalkan diriku?
aku hanya hancur..
kutitipkan semua pesan ini dalam kata
semoga kau membaca...
aku disini terus mencintaimu
meski ternyata tak kau indahkan aku
aku lelah
aku ingin menyerah
kau tinggalkan diriku
meski pernah berucap takkan hilang dariku
kini aku sendiri
tak lagi berpikir kau akan kembali
aku hanya ingin mati membawa cinta ini
hingga kuberpegang tetap dengan senyum
timbul tenggelam
ku cari ku sibak waktu
dengan kata dengan suara
kau hanya sepatah bersuara
apakah ini artinya kau telah lupakan aku?
melangkah tanpaku?
meninggalkan diriku?
aku hanya hancur..
kutitipkan semua pesan ini dalam kata
semoga kau membaca...
aku disini terus mencintaimu
meski ternyata tak kau indahkan aku
aku lelah
aku ingin menyerah
kau tinggalkan diriku
meski pernah berucap takkan hilang dariku
kini aku sendiri
tak lagi berpikir kau akan kembali
aku hanya ingin mati membawa cinta ini
hingga kuberpegang tetap dengan senyum
Arti dari Cinta Sejati
Pada suatu hari Aristoteles bertanya pd Gurunya : "Apakah Cinta Sejati itu?"
Guru : Berjalanlah lurus di taman Bunga yg Luas, Petiklah 1 bunga yg Terindah menurutmu, Dan jangan pernah berbalik ke belakang!
Kemudian Aristoteles melaksanakannya dan
kembali dgn tangan hampa.
Guru : mana Bunganya?
Aristotles menjawab : Aku tidak bisa mendapatkannya, sebenarnya aku telah menemukannya, tpi aku berfikir, didepan ada yg LEBIH Bagus lagi... Ketika aku telah sampai di ujung taman, aku baru sadar bahwa yg aku temui pertama tadi adalah yg terbaik, tapi aku. Tidak bisa kembali lg ke belakang...
Guru : seperti itulah Cinta Sejati,
semakin kau mencari yg terbaik, maka kau tak akan pernah menemukannya...:)
Jika kau sudah menemukan cinta dan terikat dalam sebuah mahligai perkawinan, janganlah sekali-sekali mencoba untuk berpaling kelain hati, karena itulah awal sebuah kehancuran.
Jangan pernah mengabaikan cinta yang sudah kau raih, hanya karena pesona cinta semu disekitarmu, karena itu hanya dipermukaan saja yang kau lihat.
Perhatianmu kepada cinta yang lain, biasanya melebihi dari cinta yang telah kau dapat, itulah yang mengawali sebuah perselingkuhan hati, hentikan jika itu sudah merasukimu, kembalilah kepada keabadian cintamu...({})
Jangan pernah sia-siakan cinta yg pernah tumbuh dihatimu, Karena waktu tidak akan pernah berputar dan kembali...<3<3
Guru : Berjalanlah lurus di taman Bunga yg Luas, Petiklah 1 bunga yg Terindah menurutmu, Dan jangan pernah berbalik ke belakang!
Kemudian Aristoteles melaksanakannya dan
kembali dgn tangan hampa.
Guru : mana Bunganya?
Aristotles menjawab : Aku tidak bisa mendapatkannya, sebenarnya aku telah menemukannya, tpi aku berfikir, didepan ada yg LEBIH Bagus lagi... Ketika aku telah sampai di ujung taman, aku baru sadar bahwa yg aku temui pertama tadi adalah yg terbaik, tapi aku. Tidak bisa kembali lg ke belakang...
Guru : seperti itulah Cinta Sejati,
semakin kau mencari yg terbaik, maka kau tak akan pernah menemukannya...:)
Jika kau sudah menemukan cinta dan terikat dalam sebuah mahligai perkawinan, janganlah sekali-sekali mencoba untuk berpaling kelain hati, karena itulah awal sebuah kehancuran.
Jangan pernah mengabaikan cinta yang sudah kau raih, hanya karena pesona cinta semu disekitarmu, karena itu hanya dipermukaan saja yang kau lihat.
Perhatianmu kepada cinta yang lain, biasanya melebihi dari cinta yang telah kau dapat, itulah yang mengawali sebuah perselingkuhan hati, hentikan jika itu sudah merasukimu, kembalilah kepada keabadian cintamu...({})
Jangan pernah sia-siakan cinta yg pernah tumbuh dihatimu, Karena waktu tidak akan pernah berputar dan kembali...<3<3
100 Hari Mencari Cinta
Peter
dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,
hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku."
Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang." (keduanya mengeluh & berdiam beberapa saat)
Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"
Peter: "Eh? permainan apaan?"
Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"
Peter: "Baiklah... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan"
Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"
Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. katanya film itu bagus"
Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya... ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."
Peter : "Boleh juga..."
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya)
Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa
hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli
sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit
karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit
tangan Tina dengan lembut.
Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu
dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang
langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan
dalam hatinya.
Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin
ulang tahunnya.
Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy
bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.
Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina
penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal
itu meneteskan air mata.
Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat
sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan
sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan,
merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka.
Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah
lagi.
Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
15:20 pm
Tina: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar."
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya"
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.
15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.
Peter : "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu"
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya."
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat
tetapi terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
Dear Peter...
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa
memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan
pada bintang jatuh malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian!
Tina, Aku sayang kamu...!"
Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100...
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi.
Kesimpulan..
*kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya, adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?*
*kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain
adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?*
*kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah :Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku*
*kalau orang yang suka berpakaian *warna merah* lebih yakin kepada dirinya sendiri?
*kalau orang yang suka berpakaian kuning* adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?*
*kalau orang yang suka berpakaian *hitam*adalah orang yang ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan pengertian anda?*
*kalau anda menolong seseorang, pertolongan tersebut dikembalikan dua kali lipat?*
*bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan dibandingkan
mengatakan kepada seseorang secara langsung? Tapi tahukah anda bahwa hal
tsb akan lebih bernil ai saat anda mengatakannya dihadapan orang tsb?*
*kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan, keinginan anda tsb pasti dikabulkan?*
*bahwa anda bisa mewujudkan impian anda,spt jatuh cinta,menjadi kaya,
selalu sehat, jika anda memintanya dengan keyakinan, dan jika anda
benar2 tahu, anda akan terkejut dengan apa yang bisa anda lakukan.*
Tapi jangan percaya semua yang penulis katakan, sebelum anda mencobanya
sendiri, jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh sesuatu yg saya
sebutkan diatas, dan anda tahu anda bisa menolongnya, anda akan melihat
bahwa pertolongan tsb akan dikembalikan dua kali lipat
Keraguan
Sering kali kau tanyakan padaku,tentang Cintaku,
Dan juga harapanku...
Sering kali juga ku jawab pertanyaanmu,
Cintaku hanya kamu...
Rasaku hanya untukmu...
Dan Harapanku adalah Ingin memilikimu...
Masihkah kau Ragu atas ketulusan Cintaku...
Atas semua perhatianku padamu...
Semua ku curahkan hanya Untukmu...
Jika memang kau ragu lupakan saja Aku...
Dari pada membuat beban Hatimu...
Keraguan menguasai Jiwamu...
Dan juga harapanku...
Sering kali juga ku jawab pertanyaanmu,
Cintaku hanya kamu...
Rasaku hanya untukmu...
Dan Harapanku adalah Ingin memilikimu...
Masihkah kau Ragu atas ketulusan Cintaku...
Atas semua perhatianku padamu...
Semua ku curahkan hanya Untukmu...
Jika memang kau ragu lupakan saja Aku...
Dari pada membuat beban Hatimu...
Keraguan menguasai Jiwamu...
Mulai dari Mana?
Harus ku mulai dari mana
Kala hati semakin merana
Sementara sepi kian memaksa
Dia berkata; Aku harus berbicara
Beribu puisi telah aku rangkai
Beribu sajak telah aku urai
Mewakili hati yang sepi
Mewakili jiwa yang nyeri
Sementara siang kian meradang
Sebentar lagi berubah petang
Aku masih saja terdiam
Dengan pemikiran yang merajam
Sementara sepi kian memaksa
Agar aku lekas berbicara
Dan lantang dalam bersuara
Selayak hidup dalam dunia
Namun apalah daya
Aku bisu, Aku bungkam
Aku tetap diam
Dan mungkin selamanya diam
Kala hati semakin merana
Sementara sepi kian memaksa
Dia berkata; Aku harus berbicara
Beribu puisi telah aku rangkai
Beribu sajak telah aku urai
Mewakili hati yang sepi
Mewakili jiwa yang nyeri
Sementara siang kian meradang
Sebentar lagi berubah petang
Aku masih saja terdiam
Dengan pemikiran yang merajam
Sementara sepi kian memaksa
Agar aku lekas berbicara
Dan lantang dalam bersuara
Selayak hidup dalam dunia
Namun apalah daya
Aku bisu, Aku bungkam
Aku tetap diam
Dan mungkin selamanya diam
Langganan:
Postingan (Atom)