Minggu, 28 April 2013

Boneka dan Berlian

Ada seorang cowo suka ma seorang cewe. Cowo ini miskin. Sedangkan sang cewe bekerja di toko emas. Suatu hari cowo ini nembak cewe itu, tapicewe itu bilang " kalau lo bisa beliinsatu cincin berlian ditoko ini,mungkin akan gw pertimbangkan".
Setiap hari cowo ini berusaha mencari uang untuk membeli cincin berlian itu, hingga suatu hari dia
melihat satu boneka lucu dan lalu di belinya untuk di berikan kepada si cewe Keesokkan hari nya cowo ini bertemu dengan cewe itu sambil memberikan sebuah boneka lucu.
Tapi cewe itu bilang " gw bilang cincin bukan boneka lusuh keq gini". Lalu dilempar lah boneka itu ke tengah jalan. Cowo ini bermaksud mengambil boneka itu
agar tidak di lindas mobil, tapi apa daya malah cowo ini yang di tabrak mobil. Cewe itu berlari mendekati cowo ini yang telah tdk bernyawa. Sambil memegang boneka yang setengah rusak, lalu boneka itu mengeluarkan suara " Maukah jadi pacarku" ,ternyata itu adalah rekaman suara cowo itu yg
telah di selipkan ke boneka itu. Cewe itu lalu menemukan sebuah surat. Isi surat itu " aku tau walau aku membelikan cincin berlian itu, kamu tidak akan menerimaku. Tapi setidaknya aku telah berusaha.Kadang walau kita berusaha sekuat mungkin, hal itu tidak akan datang. Maafkan aku tidak bisa membelikan sebuah cincin berlian untuk mu tapi membelikan cincin yg lain untuk mu, "I Love U". Tanpa sadar jatuh sebuah cincin berlian sangat indah dari boneka itu.
Setelah baca surat tersebut, cewe itu nangis dan sadar di hati kecilnya dia telah menerima cowo itu.
JADI,,,,, ,
HARGAILAH ORG YG
MENCINTAIMU SEBELUM DIA
PERGI TUK SELAMA LAMANYA
KARNA KITA TAK TAU KAPAN
ORANG YG MENCINTAI KITA &
ORANG YG KITA CINTAI ITU
PERGI TUK SELAMA2NYA

Tantangan Dari Kekasih Tercinta

Si Cewe memberi tantangan kepada Cowonya untuk hidup tanpa dirinya, tiada komunikasi sma sekali antara mereka selama sehari. dia berkata pada cowonya, kalau dia bisa melewati tantangan itu. dia akan mencintai si cowo selamanya hingga dia menghembuskan nafas terahir
cowonya pun setuju karena dia akan melakukan apa saja untuk orang yang sangat di cintainya itu, dia tidak sms/telefon cewenya seharian. tanpa mengetahui bahwa cewenya hanya memiliki waktu 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker, keesokan harinya dia pergi ke rumah cewenya, air mata pun tiba" menetes pada saat melihat cwe'a sudah terbaring dengan surat di tangannya yang tertulis. . 

" kamu berhasil sayang, bisakah kau lakukan itu setiap hari ??? I L0VE Y0U "

Perpisahan Termanis

“Aku harus pergi meninggalkan kota ini,” ucap Rona memulai pembicaraan.
“Tekadmu sudah bulat untuk melanjutkan sekolah di sana?” tanya kekasihnya.
Rona hanya mengangguk perlahan. Matanya menerawang jauh ke arah matahari yang mulai terbenam. Suasana sore hari itu membuat hatinya yang kacau sedikit tenang. Rona sudah diterima di universitas yang telah lama dia impikan. Namun masalah yang harus dihadapinya adalah dia akan terpisahkan oleh jarak dan waktu dengan kekasihnya, Fajar. Yogyakarta bukanlah kota yang mampu ditempuh hanya dengan dua atau tiga jam perjalanan dari Probolinggo.
“Jadi keputusanmu bagaimana? Kau akan mengakhiri hubungan ini begitu saja?” lanjutnya.
“Jika kau mau bertahan dengan jarak dan waktu yang memisahan kita, aku pun tidak masalah,” jawab Rona.
“Kau mau kita menjalani LDR?”
“Iya. Tapi apa kau bisa?” tanya Rona balik.
“Aku akan berusaha dan tetap menjaga hatiku sampai kau kembali,” ucap Fajar dengan tersenyum melihat kekasihnya itu.
“Kau janji?”
“Tentu saja,” ujar Fajar menggengam erat jemari kekasihnya itu. Dia seperti tidak ingin terpisahkan dengan Rona yang sangat dia cintai.
3 bulan kemudian…
“Hai, Rona! Lagi apa?” tanya seseorang dari belakang Rona.
“Cari referensi tentang tugasku,” jawabnya singkat.
“Bisa aku bantu? Sepertinya kau kesulitan mencarinya di buku sebanyak ini,” tawar Toni.
“Tak usah, kau dapat membantuku dengan pergi dan tidak mengganggu aku hari ini,” ucapnya ketus.
“Marah ya? Oke dah maaf. Aku pergi dulu. Bye,” ujar Toni seraya pergi meninggalkan Rona dengan tumpukan buku yang cukup banyak.
Rona lega akhirnya Toni pergi meninggalkannya sendiri. Dia mengganggap Toni sebagai pengganggu karena pemuda tersebut selalu mengikutinya.
“Kau terlalu ketus mengusir dia, Na,” tiba-tiba Sarah menegur Rona yang masih sibuk dengan bukunya. Sarah merupakan sahabatnya dari SMA dan juga satu kampus dengannya.
Rona hanya menghela napas mendengar ucapan temannya.
“Baiklah, aku tau kau tidak suka dengannya tapi aku rasa dia suka sama kamu,” goda Sarah.
“Sudahlah, berhenti ngomongin dia,” Rona segera mencari handphonenya. Dia tiba-tiba teringat dengan kekasihnya dan berniat untuk mengiriminya pesan.
“Kau sedang mengirim sms ke Fajar?”
Rona mengangguk dan terus sibuk mengetik sms yang akan dia kirim ke Fajar.
“Kau tahu tidak, waktu aku pulang ke Probolinggo kemarin aku melihat Fajar sedang jalan bersama mantannya,” tutur Sarah.
“Mantan? Maksudmu Tasya?” ujar Rona kaget.
“Iya, apa Fajar tidak bercerita padamu?”
Rona menggeleng. Dia merasa khawatir jika Fajar sudah melupakan janji mereka untuk saling menjaga perasaan. Namun dia mencoba untuk berpikir positif. Mungkin Fajar hanya ingin bertemu dengan mantannya tanpa ada maksud lebih di antara mereka.
Sar, kau ada dimana?
Sender : Fajar
Sent : 28-Dec-2011 08:37:22
Di kost. Knp?
Sender : Sarah
Sent : 28-Dec-2011 08:40:01
Aku ke sana ya? Ada yang ingin aku tanyakan.
Sender : Fajar
Sent : 28-Dec-2011 08:42:46
Loh? Kau ada di Yogya? Sejak kapan?
Sender : Sarah
Sent : 28-Dec-2011 08:45:24
Nanti saja ceritanya. Tapi kau jangan cerita ke Rona kalau aku di Yogya.
Sender : Fajar
Sent : 28-Dec-2011 08:47:33
Ok.
Sender : Sarah
Sent : 28-Dec-2011 08:50:23
Fajar segera meluncur ke tempat kost Sarah. Setibanya di sana, dia disambut hangat oleh sahabat kekasihnya itu. Fajar kemudian bercerita bahwa dia ingin memberikan kejutan bahwa dia akan mengunjungi Rona. Sekaligus ingin melihat aktivitas yang dilakukan Rona di kota tersebut. Tak lama kemudian Toni datang ke tempat kost Sarah dan memberikan sesuatu padanya.
“Sar, aku minta tolong ya. Berikan surat ini pada Rona!” pintanya.
“Surat apa ini?” tanya Sarah seraya mengambil surat beramplop biru dari tangan Toni.
“Aku tidak ingin Rona selalu jutek padaku setiap aku mendekatinya. Maka dari itu aku ingin menceritakan semua perasaanku ke dia,” tutur Toni.
Fajar yang saat itu sedang bersama Sarah merasa kaget mendengar ucapan pemuda tersebut. Dia tidak menyangka bahwa Rona telah dekat dengan pemuda dihadapannya. Hatinya memanas seketika dan bergemuruh hingga mendidihkan emosinya. Tapi dia menahan diri dan berusaha bersikap biasa dan cuek mendengar cerita dari Toni meskipun hatinya terbakar cemburu.
“Dia temanmu?” tanya Toni yang melihat Fajar di samping Sarah.
“Iya, dia adalah Fajar, kekasih…”
“Aku teman Sarah, perkenalkan,” ucap Fajar memotong perkataan Sarah seraya berjabat tangan dengan Toni. Fajar tidak ingin Toni mengetahui bahwa dia adalah kekasih Rona yang kelak pasti akan menimbulkan masalah yang tidak dia inginkan.
Usai berkenalan dan berbincang, Toni berpamitan dan mengingatkan Sarah untuk tidak lupa memberikan suratnya pada Rona.
“Kau tidak mengatakan bahwa kau kekasihnya Rona?”
“Tidak usah. Mana surat darinya? Biar aku sendiri yang menyerahkan pada Rona,” pinta Fajar.
Sarah pun memberikan surat tersebut pada Fajar. Tak lama kemudian, Fajar pamit untuk segera menemui Rona dengan hati yang bergejolak tak menentu.
Ponsel Rona berdering pertanda ada telepon masuk. Dia tersenyum senang saat dilihatnya di ponselnya tertera nama kekasihnya. Dia segera mengangkat telepon dari orang yang sangat dia rindukan.
“Hallo, Fajar. Apa kabar? Sudah lama kau tidak meneleponku”
“Maaf, Na. Aku sibuk. Kau sedang apa?” tanya Fajar.
“Lagi santai saja di kamar. Kau sendiri?” tanya Rona balik.
“Aku sedang di perjalanan menuju tempat kostmu. Ada yang ingin aku bicarakan,” jawabnya.
“Kau ada di Yogya? Wah. Ini kejutan buatku ya? Baiklah aku akan bersiap,” ucap Rona gembira.
“Iya, sudah dulu ya,” sahut Fajar seraya menutup ponselnya.
Di perjalanan, Fajar masih teringat saat pertama kali bertemu dengan Rona, gadis itu begitu menarik perhatiannya sehingga membuatnya ingin memilikinya. Namun, ketika mereka sudah disatukan oleh cinta, mereka harus terpisah oleh jarak dan waktu, kesetiaan mereka telah diuji oleh situasi. Kini keputusan ada di tangannya. Dia ingin mempertahankan Rona namun dia merasa hubuungannya bergitu rentan untuk berakhir dikarenakan pihak-pihak yang mencoba mengusik kesetiaan mereka.
Beberapa menit kemudian, Fajar sudah sampai di tempat kost Rona. Di sana terlihat kekasihnya sedang menunggu di depan kost.
“Kau akan mengajakku kemana?” tanya Rona penuh semangat.
“Bagaimana kalau ke Parang Tritis, sunset di sana pasti bagus,” usulnya saat masuk ke dalam mobil.
“Baiklah,” Fajar segera mengemudikan mobilnya menuju ke tempat yang diinginkan kekasihnya.
Selang beberapa menit, mereka akhirnya tiba di tempat tujuan. Rona segera turun dan berlari menikmati udara di sana. Dia sudah lama ingin pergi ke tempat tersebut namun masih belum ada yang mengajaknya.
Di kejauhan, ombak bergulung-gulung begitu besar. Makin lama, gelombang laut itu mengecil saat mencapai daratan. Anak-anak begitu senang bermain di sekitar ombak. Para pengunjung lain lebih senang duduk di pasir sembari memandang keindahan Parang Tritis.
“Kau menikmatinya?” Fajar membuka pembicaraan.
“Iya. Tadi kamu bilang mengajakku karena ingin mengatakan sesuatu. Tentang apa?”
Fajar kemudian merogoh kantong bajunya dan menyerahkan surat dari Toni pada kekasihnya.
“Bukalah!” ucapnya.
Rona kemudian membuka surat tersebut dan membaca isinya. Di dalamnya berisi curahan hati Toni mengenai perasaannya pada dirinya. Rona tidak menyangka bahwa maksud Toni selalu mengikutinya karena pemuda itu memiliki perasaan padanya.
“Aku tidak tahu sejak kapan kau dekat dengan laki-laki itu. Bagaimana jawabanmu terhadap surat itu” tanya Fajar.
“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Toni. Aku masih menjaga kesetiaan padamu,” ucap Rona. “Kau sendiri bagaimana dengan Tasya?” Rona mencoba mengalihkan pembicaraan.
Fajar kaget mendengar ucapan Rona, dia tidak percaya bahwa Rona mengetahui kedekatannya kembali dengan mantannya tersebut.
“Kau tidak perlu kaget dengan ucapanku,” tutur Rona seakan mengetahui pikiran Fajar.
“Aku memang saat ini dekat dengannya. Tapi aku hanya menganggapnya teman. Aku simpati padanya karena dia sudah berubah menjadi baik, tak seperti sifatnya dulu. Kau pasti mengetahui hal ini dari Sarah, bukan?”
Rona mengangguk. Dia hanya menatap keindahan laut yang terhampar di depan matanya. Dia seakan tidak ingin mendengar ucapan Fajar yang perlahan menyayat hatinya.
“Jadi bagaimana keputusanmu?” tanya Fajar
Rona terdiam sejenak. Dia kemudian menghela napas sebentar dan mulai berkata, “Maaf, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi,” tutur Rona pelan.
“Jadi kau memilih Toni?”
“Tidak, aku akan lebih berkonsentrasi pada kuliahku. Mungkin ujian kesetiaan kita cukup berakhir di sini. Aku tidak ingin menyakitimu dan aku pun tidak ingin bersedih saat kau bersama mantanmu di sana,” jawabnya lirih.
“Aku juga belum tentu akan kembali pada Tasya,” ucap Fajar.
Pembicaraan mereka pun terhenti. Pikiran mereka berkecamuk sendiri di dalam benak masing-masing. Suasana sunset meredakan kebimbangan diantara mereka. Dengan perasaan tak menentu, Fajar melangkahkan kaki meninggalkan pantai yang menjadi saksi atas berpisahnya cintanya dengan wanita yang dicintai selama ini. Demikian juga Rona.
Saat kembali ke dalam mobil, Rona hanya menyesali keputusannya. Dia mungkin tidak dapat bertemu lagi dengan sosok pemuda seperti Fajar. Namun, inilah keputusan yang telah dia ambil demi kebaikan di antara mereka.
Lagu “Perpisahan Termanis” mengalun indah di dalam mobil mengantarkan mereka ke masa depan masing-masing.
Jika memang kau tak tercipta untuk ku miliki
Cobalah mengerti yang terjadi
Bila mungkin memang tak bisa
Jangan pernah coba memaksa
tuk tetap bertahan di tengah kepedihan
Jadikan ini perpisahan yang termanis
Yang indah dalam hidupmu sepanjang waktu

Miss You - WestLife

 I can't sleep, I just can't breathe
Mataku tak bisa lelap, aku sulit bernafas
When your shadow is all over me baby
Saat bayangmu selimutiku, kasih
Don't wanna be, a fool in your eyes
Tak ingin menjadi orang tolol di matamu
'Cause what we had was built on lies
Karena yang kita punya dibangun di atas dusta

And when our love seems to fade away
Dan ketika cinta kita tampak mulai pudar
Listen to me hear what I say
Dengarkan aku, dengarlah yang kukatakan

CHORUS
I don't wanna feel
Aku tak ingin rasakan
The way that I do
Yang kini kurasa
I just wanna be
Aku hanya ingin

Right here with you
Di sini bersamamu
I don't wanna see
Aku tak ingin melihat
See us apart
Melihat kita berpisah
I just wanna say it straight from my heart
Aku hanya ingin mengatakannya dari hatiku...
I miss you... 
Aku merindukanmu...

What would it take, for you to see
Apa sulitnya bagimu tuk melihat
To make you understand that I'll
Untuk membuatmu mengerti bahwa aku kan
Always believe
Selalu percaya
You and I, can make it through
Kau dan aku, bisa melewatinya
And I still know, I can't get over you
Dan aku masih tahu, aku tak bisa melupakanmu

'Cause when our love seems to fade away
Karna saat cinta kita tampak mulai pudar
Listen to me hear what I say
Dengarkan aku, dengarlah yang kukatakan

CHORUS

Oh baby I miss you, I do...
Oh kasih aku merindukanmu, sungguh...

'Cause when our love always fades away
Karna saat cinta kita selalu pudar
Listen to me hear what I say
Dengarkan aku, dengarlah yang kukatakan

CHORUS

I miss you, I miss you
Aku merindukanmu, aku merindukanmu
I do...
Sungguh...

CHORUS

oh baby I miss you, I do...
Oh kasih aku merindukanmu, sungguh...

Fool Again - WestLife

Baby, I know the story
Kasih, kutahu ceritanya
I've seen the picture
T'lah kulihat gambarnya
It's written all over your face
Semua tertulis di wajahmu
Tell me, what's the secret
Katakan padaku, apakah rahasia
That you've been hiding
Yang kau sembunyikan itu
Who's gonna take my place?
Siapa yang akan menggantikanku?
I should've seen it coming
Harusnya bisa kuduga
I should've read the signs
Harusnya bisa kubaca pertanda
Anyway.. I guess it's over
Namun... kukira semua tlah usai

CHORUS:
Can't believe that I'm the fool again
Sulit dipercaya aku tertipu lagi
I thought the love would never end
Kukira cinta takkan berakhir
How was I to know
Bagaimana mungkin aku tahu
You never told me
Kau tak pernah bilang padaku
Can't believe that I'm a fool again
Sulit dipercaya aku tertipu lagi
And I who thought you were my friend
Dan aku yang mengira kau temanku
How was I to know
Bagaimana mungkin aku tahu
You never told me
Kau tak pernah bilang padaku

Baby, you should've called me
Kasih, harusnya kau tak usah menghubungi
When you were lonely
Saat kau sedang kesepian
When you needed me to be there 
Saat kau membutuhkanku di sampingmu

Sadly, you never gave me
Sayangnya, kau tak pernah memberiku
Too many chances
Banyak kesempatan
To show you how much i care
'Tuk tunjukkan betapa besar rasa kasihku

I should've seen it coming
Harusnya bisa kuduga
I should've read the signs
Harusnya aku bisa baca pertanda
Anyway, I guess it's over
Namun, kukira semua tlah usai

I Lay My Love On You - WestLife

Just a smile and the rain is gone
Hanya dengan senyumanmu dan hujanpun berhenti
Can hardly believe it (yeah)
Sulit kupercaya (yeah)
There's an angel standing next to me
Ada bidadari berdiri di sebelahku
Reaching for my heart
Menyentuh hatiku

Just a smile and there's no way back
Hanya dengan senyumanmu dan tak ada jalan kembali
Can hardly believe it (yeah)
Sulit kupercaya (yeah)
But there's an angel, she's calling me
Namun ada seorang bidadari, dia memanggilku
Reaching for my heart
Menyentuh hatiku

I know, that I'll be ok now
Kutahu bahwa aku 'kan baik-baik saja
This time it's real
Kali ini nyata

CHORUS
I lay my love on you
Kusandarkan cintaku padamu
It's all I wanna do
Hanya itu yang ingin kulakukan
Everytime I breathe I feel brand new
Tiap kali bernafas, kumerasa jadi orang yang baru
You open up my heart
Kau buka hatiku
Show me all your love, and walk right through
(Kau) tunjukkan semua cintamu, dan (kau) kenalkan aku pada cinta
As I lay my love on you
Saat kusandarkan cintaku padamu

I was lost in a lonely place
Aku tersesat di tempat yang sunyi
Could hardly even believe it (yeah)
Sulit kupercaya (yeah)
Holding on to yesterdays
Mengenang hari-hari kemarinFar, far too long
Hari-hari yang tlah berlalu

Now I believe it's ok
Kini aku percaya semua baik-baik saja
Cause this time it's real
Karena kali ini nyata

CHORUS

I never knew that love could fell soo good
Tak pernah kutahu bahwa cinta bisa begitu menyenangkan

Like once in a lifetime
Seperti sekali seumur hidup 
You change my world
Kau ubah duniaku

CHORUS (3x)

As I lay my love on you
Saat kusandarkan cintaku padamu

Si Sueb Anak Bandel

Alkisah ada seorang murid
kelas 4 SD yang amat terkenal bandel dan suka
berbicara kotor.
Pada pelajaran bahasa Indonesia pak guru bertanya pada anak-anak :
Guru : “Anak-anak siapa yang bisa bikin kalimat
yang mulai dari huruf A ?”
Sueb : “Saya pak… !!!”
Guru : “Wah, kalo sueb sebaiknya tidak usah saja,
pasti mau berbicara kotor,coba yang lain… ?”
Budi : “Saya pak… !!!”
Guru : “Ya budi coba… ”
Budi : “Ani anak yang pintar… ”
Guru : “Bagus bagus, nah
sekarang huruf B ?”
Sueb : “Saya pak… !!!”
Guru : “Ah, jangan kamu eb,coba yang lain??”
Ani : “Saya pak… !!!”
Guru : “Ya ani silakan… ”
Ani : “Budi anaknya
ganteng… ”
Guru : “Ya bagus-bagus, baiklah sekarang mulai
dengan huruf Z ?”
Pada saat itu anak-anak bingung tetapi ada satu
anak yang menunjukkan
jari…
Sueb : “Saya pak… !!!”
Guru : *sambil berfikir apakah huruf Z ada yang
kotor* “Baiklah, sueb silakan tapi ingat jangan
pakai kata yang kotor di huruf Z itu ya… ”
Sueb : “Baik pak… ”
Guru : “Baik, coba !!!”
Sueb : “Zaenal…… ”
Guru : “Bagus-bagus, lanjutkan !!!”
Sueb : “Burungnya gede….. ”
Guru : @??!!$%&!!!!?